Minggu pahing tanggal 22 Juni 2014 pada pukul 07.00 wib di Pendopo Kelurahan warga Desa Seling berbondong-bondong memenuhi halaman Pendopo Kelurahan Desa Seling, Sudah menjadi tradisi sejak jaman dahulu dan sudah tercantum di dalam Peraturan Desa Seling, bahwa janggolan merupakan upeti yang diberikan kepada pemerintah desa dan lembaga desa dari masyarakat yaitu berupa gabah/ padi. Dalam peraturan tersebut bahwa setiap warga yang mempunyai lahan , baik tanah basah maupun tanah kering diwajibkan memberikan janggolan, karena janggolan tersebut adalah penghasilan pokok pemerintah Desa dan lembaga desa seling,karena di Desa Seling tidak ada tanah kas Desa yang di gunakan sebagai tanah Bengkok Pemerintah Desa Seling.

“ setiap warga diwajibkan memberikan janggolan sesuai Peraturan Desa yaitu setiap 1 ubin tanah basah dikenakan janggol 7 kg padi, sedangkan tanah kering dikenakan 3 kg padi per ubin bila tidak menggunakan gabah bisa menggunakan uang sebesar harga gabah tersebut ujar Kepala Desa Seling ( sutarjo ) “

Setelah warga membayar janggolan , warga dipersilahkan masuk kependopo untuk menikmati prasmanan yang telah disediakan .

Ditulis Oleh :Admin (Adhitya)
Pada : 04 Juli 2014 04:54:14 WIB

Komentar Artikel Terkait

kadar pamuji
01 Juni 2017 14:33:07 WIB

Berkata, menarik mencermati keberadaan desa janggolan. Pertanyaannya adalah : 1. apa arti kata janggolan 2. sejak kapan istilah ini dikenal 3. apa kriteria desa janggolan 4. bagaimana keberadan janggolan dengan berlakunya UU Desa 2014 saya sangat berterimakasih jika ada dari sdr yang dapat memberi informasi

Post Komentar :


Nama
Alamat Email
Komentar